Rabu, 03 April 2019

Pengertian, Fungsi dan Tujuan Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen ialah sistem akuntansi yang memiliki tujuan dalam menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan tertentu, di antaranya adalah untuk pihak internal perusahaan, contohnya adalah manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer produksi serta pihak internal lainnya. Informasi ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk dijadikan pedoman dalam pengambilan kebijakan di masa yang akan datang dengan didasarkan pada data historis serta laporan keuangan.

Senin, 01 April 2019

Perbedaan Pendapatan dan Keuntungan dalam Akuntansi


Dalam percakapan sehari-hari biasanya pendapatan dan keuntungan sering disalahartikan atau justru disamakan. Pada dasarnya, kedua hal tersebut benar-benar berbeda dalam pengertian persamaan dasar akuntansi. Kesalahan dalam penggunaan kata terkadang menyebabkan kebingungan bagi para pemula dalam investasi dan usaha. Perbedaan pendapatan dan keuntungan sesuai hakikat akuntansi harus diketahui. Pendapatan dan keuntungan mengacu pada uang yang dihasilkan perusahaan karena mungkin ada perusahaan yang menghasilkan pendapatan, tetapi memiliki kerugian bersih. Hal ini terjadi saat utang atau pengeluaran lebih besar atau melampaui pendapatan. Penjelasannya sebagai berikut.

10 Bidang Akuntansi yang akan Kamu Temukan di Masa Depan!


Ketika masuk ke sebuah rumah sakit, pasti kamu akan melihat tulisan  dokter kulit, dokter bedah, dan berbagai macam dokter spesialis lain kan? Nah, spesialisasi ini terjadi karena adanya cabang bidang dalam satu keilmuan. Sama seperti dokter-dokter tadi, ilmu akuntansi juga punya berbagai bidang, lho!
Bagi kamu yang berniat melanjutkan kuliah ke jurusan akuntansi dan menggeluti profesi ini, tentunya berbagai bidang akuntansi ini jadi salah satu hal yang harus kamu pikirkan. Kalau begitu, langsung saja yuk kita bahas apa saja bidang-bidang yang terdapat di dalam ilmu akuntansi!

Aktiva dan Pasiva


Dalam konsep dasar akuntansi terdapat istilah aktiva dan pasiva yang harus dipahami. Banyak orang awam yang kurang paham tentang kedua hal ini sehingga harus memahami lebih lanjut agar tidak tertukar komponen-komponen aktiva dan pasiva yang juga termasuk transaksi bisnis perusahaan. Perbedaan aktiva dan pasiva dalam hakikat akuntansi sebagai berikut.
1. Pengertian Aktiva dan Pasiva
Aktiva atau harta ialah sumber daya ekonomi perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional yang meliputi biaya-biaya transaksi sebelumnya dan memiliki mafaat pada masa yang akan datang. Harta perusahaan berupa kelancaran (likuiditas) yang terdiri dari harta lancar, investasi jangka panjang, harta tetap, harta tak berwujud, dan harta-harta lainnya. Rumus harta adalah H(harta) = U(utang) + M(modal).
Pasiva ialah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang. Pengorbanan ini menjadi pengertian kewajiban dalam akuntansi yang terdiri dari utang lancar dan utang jangka panjang. Pasiva (liabilities) sesuai dengan jangka waktu atau umur terdiri dari utang jangka pendek (current liabilities) dan utang jangka panjang (long term liabilities).
2.  Jenis-Jenis Aktiva dan Pasiva
Jenis-jenis aktiva sebagai berikut yang biasa ada di contoh soal persamaan dasar akuntansi.
·         Aktiva Lancar (Current Assets)
Aktiva lancar ini bisa dicairkan (diuangkan) tidak lebih dari 1 tahun atau selama 1 siklus akuntansi. Aktiva lancar terdiri dari kas (cash), surat berharga (marketable securities), piutang dagang (accounts receivable), piutang wesel (notes receivable), piutang pendapatan atau pendapatan yang masih harus diterima (accrued revenue), persekot beban atau beban dibayar di muka (prepaid expenses), perlengkapan (supplies), dan persediaan barang dagang (merchandise inventory).
·         Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)
Investasi jangka panjang adalah penanaman modal di dalam perusahaan pada waktu yang panjang dan untuk memperoleh laba perusahaan.
·         Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Aktiva tetap ialah kekayaan yang dimiliki perusahaan dengan umur ekonomis tertentu, yaitu lebih dari satu tahun yang bisa digunakan untuk kegiatan operasional dan tidak untuk dijual.  Contoh aktiva tetap  antara lain tanah (land), gedung atau bangunan (building), mesin (machinery), peralatan toko (store equipment), alat angkut (delivery equipment), dan peralatan kantor (office equipment).
·         Aktiva Tetap Tak Berwujud (Intagible Fixed Assets)
Aktiva ini berupa hak istimewa yang dimiliki suatu perusahaan dengan nilai tertentu, tetapi tidak memiliki bentuk fisik. Aktiva tetap tak berwujud antara lain good will, hak paten, hak cipta, merk dagang, hak sewa, dan franchise.
Jenis-jenis pasiva sebagai berikut.
·         Utang jangka pendek
Utang jangka pendek berarti memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun yang harus segera dilunasi. Jenis-jenis utang jangka pendek antara lain utang wesel atau wesel bayar, utang dagang (account payable), biaya-biaya yang harus dibayar, utang jangka panjang, dan modal (capital). Modal didapatkan dari selisih atau nilai lebih dari aset dan kewajiban yang menjadi hak pemilik perusahaan.
·         Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Utang jangka panjang berarti memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun untuk dilunasi. Jenis-jenis utang jangka panjang antara lain utang hipotik, utang obligasi (bond payable), utang bank (bank loan), utang pinjaman jangka panjang (long term liabilities), wesel tagih, utang kepada pemegang saham (holding company), kredit investasi (long term loan), utang subordinasi (subordinates loan), utang sewa dana (payable leasing), dan utang sewa jangka panjang (long term rent liabilities).
Itulah perbedaan aktiva dan pasiva dalam akuntansi yang harus diketahui agar tidak keliru dalam memahami persamaan dasar akuntansi, cara membuat neraca, dan jenis-jenis laporan keuangan lainnya. Cara mudah belajar akuntansi juga harus diketahui agar bisa mendapatkan manfaat laporan keuangan.

Sumber  :

Akuntansi sebagai Bidang Ilmu


Akuntansi adalah ilmu yang mempelajari tentang perekayasaan. Dengan adanya kata “perekayasaan”, maka memungkinkan bagi akuntansi untuk selalu dapat dikembangkan dalam menghadapi berbagai perubahan lingkungan bisnis yang semakin pesat. Akuntansi tidak akan lagi statik dalam menghadapi transaksi ekonomi.
Brian Magee dalam bukunya “Accounting” memberikan definisi akuntansi sebagai ilmu (science). Definisi tersebut sangat singkat dan tidak ada penjelasannya lebih lanjut.
Accounting is science of recording and interpreting financial transactions.
Definisi tersebut terlalu sempit, karena hanya mencakup pencatatan dan interpretasi transaksi-transaksi keuangan. Perbedaan dengan definisi-definisi sebelumnya adalah pada kata “science” yang mengawali definisi ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa akuntansi merupakan bidang ilmu (science), bukan seni.